Ilustrasi

Cinta adalah ungkapan kata yang memiliki sejuta makna. Seperti magnet yang bisa menarik siapa saja dalam pusaran kebahagiaan. Walaupun sebagian orang yang didiustakan atas nama cinta akan berurai air mata. Namun, pesona cinta tak lekang oleh waktu. Setiap untaian katanya adalah penjelmaan dari jiwa. Dan yang mendengar cinta menjadi melankolis dan tak berharap berujung tragis. Tanyalah orang yang mencintai, semua aktifitasnya lumpuh tak berdaya. Menariknya, setiap kali dikhianati cinta, serasa mampu mengulang tragedi yang sama berkali-kali tanpa pernah bosan terkena hujaman cinta. Mati. Tapi setiap bertemu cinta, akan segar kembali seolah hidup untuk menyanjung cinta.

Tanyakan pada penulis besar, karangannya itu tak akan ada nikmatnya jika tak ada kisah cinta yang terselip diantara ribuan kata-kata yang tersemat ditiap babnya. Tanyakan pula pada pujangga, jika untaian katanya tak bicara cinta akan terasa hambar dan tak bisa dijadikan alat untuk menyatakan cinta bagi kekasih hatinya.

Begitu juga ruang guru, rasanya akan tak meriah jika tanpa letupan-letupan asmara yang begitu melankolis dan sistematis tercipta. Walaupun lebih sering dipaksakan dan sangat imajinatif. Memaksakan tiap tokoh-tokohnya untuk berperan ganda, antara realita kehidupan nyata dan dorongan peran yang suka atau tidak suka harus diterima.

Ruang guru menghadirkan cerita cinta yang tak nyata, namun sungguh menghipnotis semua yang merasakan alurnya. Jika Hanung Bramantyo membaca naskah percintaan imajinatif di ruang guru, pastilah ia akan membuat film cinta berjudul “sang pendidik” terlebih dahulu baru menggarap film sang pencerah. Atau jika Joko Anwar telah mendapatkan skrip cerita ruang guru ini, boleh jadi ia tak akan menggarap film pengabdi setan, melainkan “pengabdian guru”. Atau jika Steven Spielberg melihat cerita cinta di ruang guru, boleh jadi juga ia akan menggarap terlebih dahulu film berjudul, “Teacher in Jurassic Park”.

Seberapa unik kisah cinta di ruang guru? Sangat unik. Bahkan sangat indegeniuos yang tak ada duanya. Tokoh yang dihadirkan sangat menjiwai bahkan sangat liar sampai-sampai tak mematuhi skrip lagi. Sebagai contoh, pak tampan ketika coba diperankan sebagai seorang laki-laki yang dipuja banyak wanita, seharusnya hanya muncul wanita pertama dan kedua sebagai intrik imajinatif agar menarik untuk diceritakan. Tapi karena pemikiran yang liar, dan sutradara yang terlibat terlalu banyak, akhirnya pak tampan harus terlibat dalam cinta polygonal (cinta segi banyak), ada tokoh antagonis yang mencoba merebut cinta pak tampan dengan hartanya, ada yang diam-diam tapi mencintai. Ada yang baru menjadi guru langsung dikaitkan dengan pak tampan. Atau bahkan Ibu-ibu yang dating mau mendaftarkan anaknya pun langsung dikaitkan dengan pak tampan. Terlalu liar. Tak bisa dibendung. Seolah-olah pak tampan ini sosok super fenomenal, bahkan penggambarannya serupa dengan Nabi Yusuf yang ketampanannya tak berhingga. Jika ketampanan Nabi Yusuf bisa menyayat jari wanita yang melihatnya. Namun pak tampan ini tokoh yang jika wanita melihatnya bisa menyayat dompet, menguras tabungan, dan deposito. Sangat luar biasa. Persis tukang hipnotis yang tak perlu kata-kata, cukup memperlihatkan aura mistis wajahnya, sudah bisa membobol ATM korbannya.

Sangat menarik memang cerita cinta di ruang guru, nanti akan kita ceritakan episode demi episodenya. Tapi jangan bingung, karena tak nyambung antara postingan yang satu dengan postingan yang lain. Kami memang sengaja tak membuat terlalu menyambung agar lebih absurd dan semakin tak jelas. Yang penting pembaca menikmati saja. Jangan protes. Karena sebenarnya penulis juga bingung mengurutkan kisahnya. Terkadang mengenalkan tokoh. Kadang kisah cinta. Kadang kekonyolan. Kadang nulis. Kadang tidak. Yang penting kadang-kadanglah. Namun yang jelas tiap minggu akan diusahakan tampil postingan baru dan kami sangat tidak menginginkan anda kadang-kadang membaca, kadang-kadang tidak membaca. Pokokonya luangkan waktu anda membaca tulisan kami ini.

(AF)

Leave a Comment